Oleh : Dudung Nurullah Koswara
(Praktisi Pendidikan)
Mengapa variabel soft skill dalam hidup itu sangat penting di atas hard skill? Diantara jawabannya karena entitas manusia dominan lebih mengemuka hatinya dibanding pikirannya. Manusia adalah makhluk berakal namun dominannya adalah makhluk berasa.
Karakter, sikap kita dan afirmasi kita pada sesama jauh lebih penting dibanding keterampilan apa pun yang bersifat teknis. Sikap, adab, bagaimana memperlakukan orang lain adalah soft skill. Manusia adalah makhluk rasa, maka pikiran dan dan badannya dikendalikan oleh rasa.
Menghargai perasaan orang lain, memperlakukan orang lain dan menganggap penting dan istimewa orang lain adalah utama. Semua orang bisa beda kesejateraan, beda status dan jabatan, serta keturunan. Namun, semuanya sama, sama sama ingin dihargai.
Tiga hal penting, yang pertama adalah penghargaan. Menurut Dale Carnegie, dalam bukunya yang terkenal "How to Win Friends and Influence People", salah satu prinsip dasar sifat manusia yang paling dalam adalah keinginan untuk dihargai, diakui, dan merasa penting. Hampir semua orang ingin menjadi raja dan ratu dalam hidupnya.
Hal kedua adalah semua orang ingin dibantu. Siapa saja yang senang membantu orang lain maka hidupnya tidak akan susah. Mengapa? Karena semua orang inginnya dibantu, maka semua orang yang membantu sesamanya akan dianggap teman terbaik.
Ungkapan bijak mengatakan “Siapa saja orang yang suka membantu hajatan orang lain maka hajat dirinya Allah yang akan bantu”. Cara Allah membantu orang yang suka membantu adalah semua orang akan membantunya, karena Ia teman semua orang yang dibantunya.
Hal ketiga adalah semua orang ingin diperhatikan dan didengarkan. Ketika kita mampu memberi perhatian pada orang orang yang mau diperhatikan maka mereka akan sangat senang. Ketika orang berbicara dan kita mendengarkan dengan baik, antusias, maka mereka akan sangat senang.
Memperbanyak spirit mendengarkan dan memperhatikan orang lain daripada banyak bicara dan ingin diperhatikan, jauh lebih baik. Menjadi pendengar yang baik, pemerhati yang jujur dan ikhlas, serta bersedia menerima curhat orang adalah sangat baik.
Pepatah bijak mengatakan “Orang akan menganggap kita pembicara dan teman yang baik ketika mampu menjadi seseorang yang antusias mendengarkan teman bicara, walau kita hampir tidak pernah bicara panjang”. Pendengar yang baik, fokus memperhatikan yang bicara, akan dianggap orang baik bagi Si Pembicara.
Menghargai, membantu dan mendengarkan orang adalah diantara soft skill yang dibutuhkan umat manusia yang dominan dikuasai oleh perasaannya. Manusia adalah makhluk rasa. Ungkapan bijak mengatakan “Aku mengenal mu dan mencintai mu karena kamu mengerti perasaan ku”.
Ada ungkapan “Nasib seseorang terkait prasangka hatinya pada Allah”. Allah pun memberi penjelasan, Ia memperlakukan manusia sesuai prasangka atau perasaan hamba_Nya. Sebaik baiknya rasa adalah rasa rahman rahim_Nya. Semua kembali pada cinta yang Allah berikan saat ruh_Nya ditiupkan kepada kita.
EN
ID
0 Komentar
Untuk mengirimkan komentar silakan login terlebih dahulu!