Oleh : Dudung Nurullah Koswara
(Praktisi Pendidikan)
Seekor ayam akan fokus, konsen dan berkorban sampai berat badannya turun drastis. Ia hampir tidak kemana mana demi tujuan utama yakni telor yang dierami menetas. Jangan sampai ada yang tidak menetas dan gagal metamorphosis.
Dunia sekolahan pun ibarat menjaga telor, semua anak didik harus “dierami” dididik dan diajari, terutama adab dan karakter. Bagaimana adab dan menguatkan karakter setiap anak didik harus fokus dan konsen. Bila anak gagal belajar, pasti gagal “menetas”.
Setiap hari, sejumlah 1500 anak didik “dierami” agar tetap hangat dan menetas suatu saat. Bila induk ayam sering meninggalkan eramannya, apalagi ditinggalkan, pasti akan ada masalah dalam proses penetasannya. Telor harus menentas, segala dinamika yang bisa mengganggu suhu telor sebaiknya diabaikan.
Sekolahan tempat anak didik, calon penghuni masa depan harus ASRI. Aman, Sehat, Resik dan Indah (ASRI) sebagaimana Gerakan Indonesia ASRI yang digagas Presiden RI ke 8. Sekolah yang tidak ASRI akan sangat tak positif bagi realitas anak didik. Secara psikologi anak didik yang sedang tumbuh harus dilekatkan pada realitas ASRI.
Sekolah harus terhindar dari konflik dan ketidaknyamanan. GTK, masyarakat sekitar wajib dan harus “mengalah” demi kepentingan anak didik. Tidak ada warga negara lebih utama, istimewa dibanding anak didik. Semua harus “berhamba” pada anak didik. Merekalah kita di masa depan. Mereka lah kehormatan bangsa di masa depan.
Sekolah adalah lokus Wiyata Mandala. Apa itu wiyata mandala? Sebuah lokus yang hanya boleh ada kegiatan mendidik dan menguatkan karakter anak didik. Tidak boleh di lokus sekolahan ada giat giat yang tidak ada hubungannya dengan layanan pendidikan.
Termasuk masyarakat umum tidak bolah lalu lalang, lalang lalu, lalu lintas secara bebas di lokus sekolahan. Kecuali “lalu lalang” terkait layanan pendidikan. Semua orang dewasa, bahkan pemerintah harus dan wajib “mengalah” pada anak didik. Merekalah pemilik dari bangsa dan negara ke depan.
Fokus pada telor. Pastikan telor aman dan hangat untuk “bersiap” menetas. Termasuk dalam dunia layanan pendidikan. Tidak ada yang lebih berharga dari anak didik sebagai warga masyarakat paling istimewa yang harus diistimewakan dari semua warga negara yang lain.
Telor Harus Menetas. Bila anak didik bagaikan telor maka lokus sekolahan adalah suasanan yang harus hangat, bisa menjaga “suhu” wiyata mandala agar telor menetas. Burung yang bisa terbang jauh menguasai langit berasal dari telor yang menetas.
EN
ID
0 Komentar
Untuk mengirimkan komentar silakan login terlebih dahulu!