Oleh : Dudung Nurullah Koswara
(Praktisi Pendidikan)
Dalam QS. Al-Mulk secara substantif dinyatakan bahwa lahir, hidup dan mati adalah ujian dan ketetapan Allah. Ketetapan Allah dan ujian itu sebuah realitas yang harus dijalani. Seorang Budhis mengatakan, “Manusia harus diuji dengan kejadian dan perjalanan”.
Sebagai umat beragama, lahir, hidup dan mati adalah realitas yang dialami semua makhluk manusia. Ada yang harus kita tangkap pesan kauniyah dari kelahiran, kehidupan dan kematian. Apa pesannya? Diantaranya adalah sebagai berikut:
Pertama pesan kelahiran. Sebagai manusia kita wajib melahirkan sejumlah manfaat dan karya. Allah melahirkan kita. Bisakah kita “melahirkan” karya yang memberi manfaat pada sesama dan lingkungan? Kelahiran adalah pesan produktifitas pada umat manusia.
Kedua pesan kehidupan. Sebagai manusia kita wajib menghidupkan hal hal positif, produktif dan kontributif. Tugas hidup kita adalah menghidupkan agar kehidupan lebih hidup. Diantara amalan terbaik adalah memberi kehidupan/nafkah pada orang lain.
Ketiga pesan kematian. Kita semua umat manusia wajib “mematikan” egosime, kesombongan, merasa paling benar, merasa paling berkuasa, paling ganteng dan paling paling. Ini rasa yang harus dimatikan agar orang lain hidup dan kita pun bertumbuh.
Ungkapan Jamaah Tablig mengatakan “Belajar lah mati sebelum mati”. Bahkan bukankah semua orang sukses dan para nabi pernah belajar mati yang luar biasa? Bertapa, berpuasa, bermeditasi, bertahanuts dan jenis lainnya adalah prosesi belajar mati agar lebih hidup.
Sahabat pembaca, marilah kita menangkap pesan kauniyah dari kelahiran, kehidupan dan kematian. Sejatinya kelahiran ditangisi karena bahagia, kehidupan ditangisi karena syukur atas anugerah_Nya dan kematian disenyumi karena kembali pada “muara cinta” yang tanpa batas.
EN
ID
0 Komentar
Untuk mengirimkan komentar silakan login terlebih dahulu!